Kesempatan

Saat kesempatan yang lebar dan luas
kita tidak pernah menyadari itu sebagai kesempatan
kita hanya melihatnya sebagai hal yang biasa
yang bisa diraih oleh banyak orang
karena terlihat biasa dan sepele

saat hal yang dinilai bergengsi atau besar datang
kita berburu untuk meraihnya
bersaing dengan banyak
mengorbankan banyak hal dalam hidup kita
mengorbankan waktu kita
untuk meraih kesempatan yang kita nilai "besar"

apakah kesempatan yang "besar" memang lebih berarti daripada kesempatan yang kita nilai biasa
apakah memang kita tak harus mengambil kesempatan yang kita nilai biasa

kesempatan tak pernah datang dua kali
tak pernah memiliki makna yang sama
tak ada besar atau biasa

bayangkan andainya kita tak lagi memiliki kesempatan
yang tertinggal hanyalah penyesalan
penyesalan yang tak mungkin dapat kita obati
penyesalan yang tak mungkin lagi dapat kita bayar karna kitatak lagi memiliki kesempatan

besar atau kecil tetap saja sebuah kesempatan
jangan buang kesempatanmu
jangan biarkan ia berlalu darimu
mungkin kesempatan biasa yang kita ambil, itu yang akan membuat kita BESAR

(lagi di klinik public health alias kesehatan masyarakat...hufs..pulang sore terus, bikin rumusan masalah ga jadi jadi..suara yuke nyanyi dengan keceperannya membawa tawa...SMANGAT GRUP R..uhuy)


                            

emergency of life..hard game

Berdiri sendiri saat segalanya mengalir
itu hal yang biasa
saat satu hal ataupun hal lain tetap pada tempatnya
tetap pada jalannya
masih dalam kerangka mainnya
kita masih tegak berdiri berjalan menatap kedepan
saat kain putih mulai dikotori dengan warna yang lain yang mungkin tak pernah diduga
mungkin saat itu kita hanya menunduk sebentar
mengusap keringat lalu berjalan lagi
ketika kain itu terkoyak dan tercabik?
peluh, tetesan air..entah itu air hujan atau air mata aku tak lagi bisa membedakannya
sama derasnya..hingga tak lagi terbendung
mungkin tak lagi bisa berjalan dengan tegap
namun masih bisa berdiri meski berjalan tertatih-tatih
tak berharap bisa berlari lagi asal masih bisa menikmati nafas hidup
berdiri pun tak kan mudah
mungkin akan ada mentari didepan sana yang akan bersinar
terus lah berjalan..jangan menoleh kebelakang,,jangan sekali pun engkau terhenti
jangan pernah berpikir tuk diam
lewati semua kabut.,.(itupun tak mudah..penuh luka dan peluh..mengorbankan hidup dan mungkin kebahagiaan)
DIA yang disana masih memberiku pelita..meski redup..namun kan kunyalakan hingga akhir nafasku...
_hujan melulu mungkin karna besok imlek yah_